Kualitas di bawah standar, BGN menghentikan pengoperasian 527 dapur MBG
12 April 2026 01:51
.
2 menit membaca
AXIALNEWS.id | Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 527 Unit Pelayanan Distribusi Gizi (SPPG) di Wilayah II dan III. Rinciannya, SPPG sebanyak 362 buah berada di wilayah II, sedangkan 165 lainnya berada di wilayah III.
BGN mengatakan, langkah tersebut diambil untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai standar mutu dan keamanan pangan.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah II Albertus Doni Dewantoro melaporkan, khusus di Wilayah II (Pulau Jawa), data terakhir periode 6-10 April 2026, terdapat 41 SPPG baru yang dikenakan sanksi penghentian sementara, sehingga total SPPG di wilayah ini yang disuspensi berjumlah 362 SPPG.
Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen BGN dalam menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan manajemen operasional di lapangan, kata Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/11/2026).
Baca juga Alasan Ondim Tak Hadiri Deklarasi Damai Saat Pilkada Langkat
Rincian laporannya, pada Senin (6/4), terdapat 9 SPPG yang disuspend dengan berbagai temuan, seperti tidak adanya pengawas gizi dan keuangan di Bogor, menu yang tidak sesuai di Brebes, dan sejumlah dapur di Jawa Timur yang masih dalam tahap renovasi.
Tidak ada penambahan kasus pada Selasa (7/4). Namun pada Rabu (8/4), jumlah sahamnya bertambah menjadi 15 SPPG di berbagai daerah. Selain faktor renovasi, dugaan kejadian penting (KM) juga tercatat berupa gangguan pencernaan di Cimahi, permasalahan manajemen organisasi di Kendal, dan tidak adanya pengawas gizi di Purworejo.
Baca juga Kepala Dinas Kominfo Binjai Paparkan Pembukaan Informasi Publik
Selanjutnya pada Kamis (4/9), 14 SPPG kembali disuspend. Permasalahan yang tercatat antara lain aspek sumber daya manusia (SDM) di wilayah Jakarta Selatan, serta dugaan gangguan pencernaan di wilayah Bogor, Tasikmalaya, dan Bantul, serta renovasi yang masih mendominasi.
Kemudian, pada Jumat (10/4), dilakukan penindakan terhadap 3 SPPG, dengan temuan berupa renovasi yang belum selesai, dugaan gangguan pencernaan di Mojokerto, dan menu yang tidak sesuai di Sampang.
Baca juga TePI Sumut akan memantau secara menyeluruh tahapan pemilu 2024
Sedangkan untuk penghentian sementara di Wilayah III (Indonesia Timur), Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah III Rudi Setiawan mengatakan, dari total sekitar 4.300 SPPG, terdapat 165 unit yang ditangguhkan karena tidak memiliki Sertifikat Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak memiliki fasilitas pengolahan air limbah (IPAL).
BGN menegaskan, kebijakan suspensi ini merupakan langkah korektif untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan. Semua dapur yang ditangguhkan harus ditingkatkan sebelum dapat kembali beroperasi, untuk memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Editor : M.Nuh
Sumber: CNBC Indonesia
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
